Haruskah Berkeringat Saat Olahraga?

by - October 16, 2019

berkeringat saat olahraga
Haruskah berkeringat saat olahraga?

Berkeringat merupakan salah satu reaksi tubuh untuk menurunkan suhu tubuh dengan cara melepas cairan tubuh (terdiri dari H2O dan Na+). Contohnya saja saat udaranya lagi panas banget, suhu tubuh otomatis akan naik mengikuti temperatur lingkungan kan. Nah, tubuh kita berkeringat sebagai usaha tubuh untuk mendinginkan suhu tubuh, ben ra njepat.

"Olahraga nggak berkeringat itu percuma!"

Harus banget ya berkeringat saat olahraga? Banyak yang berpikir bahwa kalau olahraga nggak berkeringat itu artinya olahraganya kurang berkualitas, kurang berat. Ada juga yang bilang kalau olahraga semakin berkeringat, maka berat badan akan turun semakin cepat.

Tapi pernah nggak kalian ketemu orang yang mau cuaca sepanas apapun, keringat nggak keluar dari tubuhnya? Ya, keluar sih, tapi lebih sedikit dibandingkan dengan orang lain. SAYA PUNYA TEMAN SEPERTI ITU.

Faktor yang Mempengaruhi Kadar Keringat


Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kadar keringat: genetik, keadaan sekitar (tekanan udara, cuaca, dll), umur, level kesehatan seseorang, berat badan, makanan, bahkan kondisi mental juga mempengaruhi. Kalau lagi marah atau grogi kita sering berkeringat kan? Habis makan ayam geprek cabe 10 berkeringat kan?

Saat olahraga, biasanya makin tinggi berat badan seseorang akan semakin sering berkeringat karena tubuh memerlukan lebih banyak energi untuk support berat badan yang berlebih. Tapi nggak menutup kemungkinan juga yang berat badannya normal jauh lebih berkeringat saat olahraga. Orang dengan level kesehatan yang bagus, tubuhnya juga akan berfungsi lebih baik lagi kan? Jadi saat olahraga juga tubuhnya akan lebih cepat bereaksi untuk menurunkan suhu tubuh.

Saya pun termasuk orang yang keringetnya ((ora umum)) loh. Kalau cuaca lagi panas, di saat yang lain masih bisa bersikap normal, saya sudah mbuanyaki kepanasan sampai baju basah semua, wokwokwok. Padahal ya berat badan saya normal. Saya mudah berkeringat bisa jadi karena saya kepunjulen sehatnya atau bisa jadi juga karena genetik. Nggak ada yang tahu pasti.

Apakah Kadar Keringat Merupakan Indikator Kualitas Olahraga?


Jumlah keringat yang keluar saat olahraga TIDAK SELALU berarti kualitas olahraga kita buruk. Ya bisa jadi karena pengaruh hormon atau genetik kita jadi susah berkeringat. Bisa jadi juga karena pengaruh AC di dalam gym. Bisa jadi kita berkeringat ya hanya karena berat badan kita yang masih berlebih, jadi gerak dikit aja walaupun mbuh gerakannya bener atau nggak ya tetap saja banyak keringat yang keluar.

Keringat BUKAN indikator utama kualitas olahraga yang kita lakukan. Lalu indikator yang utama apa? Ya tentu saja indikator utamanya adalah kesehatan (fisik dan mental). Ya buat apa kalau olahraga kalau ujung-ujungnya malah kelelahan dan uring-uringan kan? Ingat, olahraga itu kegiatan yang support active and healthy lifestyle, bukannya malah koplo lifestyle.

Kalau ngomongin indikator kualitas, sebenarnya juga nggak lepas dari tujuan kita berolahraga. Olahraga dengan tujuan melepas stress misalnya. Apakah setelah olahraga stress kita beneran berkurang? Kalau iya, tentu saja olahraga kita berkualitas. Wong tujuan kita tercapai kok. Kalau tujuan olahraganya untuk membentuk lengan dan setelah berbulan-bulan berusaha akhirnya lengan berhasil terbentuk, tentu saja olahraga yang selama ini dilakukan berkualitas.

Tapi..

Berkeringat bisa juga menjadi indikator kualitas olahraga. Yaitu ketika tujuan kita olahraga ya memang untuk cari keringat, wokwokwok.

Ini ngomongin kualitas olahraga dari sisi pelaku olahraga ya, jadi memang subyektif. Kalau secara science (berdasarkan penelitian) dan efeknya terhadap kesehatan, sudah beda urusan. Tapi ya nggak usah ngomongin hal yang science banget lah, saya tahu nanti kalian nggak bakal paham. Sama lah kayak saya.

Intinya adalah kalau memang ingin tahu apakah selama ini olahraga yang kalian lakukan itu berkualitas atau tidak, tanyakan ke diri sendiri dulu:

1. Apakah olahraga yang selama ini dilakukan sudah membuat badan menjadi lebih sehat?
2. Apakah merasa bahagia setelah olahraga?
3. Apakah kita mengalami progress (walaupun lambat)?

Keringat dan Penurunan Berat Badan


Tubuh kita terdiri dari tulang, lemak, air, otot, dll. BUANYAK. Yang paling sering berubah-ubah biasanya adalah kadar air dalam tubuh. Ketika kita berkeringat, tubuh mengeluarkan air. Jadi wajar bukan kalau semakin kita berkeringat, maka berat badan akan semakin turun?

Masalahnya adalah kita nggak mau kan yang ilang itu cairan dalam tubuh? Kita pengen LEMAK yang hilang, bukan cairan. Kalau cairannya yang hilang ya bisa-bisa kita dehidrasi, zheyenk. Jadi kalau setelah olahraga yang membuat kita berkeringat banyak terus pas nimbang berat badan turun, ya jangan senang dulu. Wong cuma air doang yang hilang. Nanti habis minum juga berat badan naik lagi, wokwokwok. That's why jangan pernah terpaku pada timbangan apalagi sampai terpaku pada keringat, wokwokwok.

Thank you for stopping by! :-*
Instagram: @monicaagustami | Email: monicaagustami@gmail.com

You May Also Like

2 komentar

  1. Hahahahahahah ben ra njepat.
    wokwkwewoewoewk *ketawa yang begitu gimana sik ?

    Jadi aku pun kalo olahraga ya nyari keringat. Tapi bener siih, nggak semua olahrag mengeluarkan keringat smpe ngucur2.
    Kalo aku lari misalnya, kadang pas uda lari 5km aja keringetnya biasa aja, sampe dikatain temen.. "Kamu lari gak sih sebenernya? Kok masih seger? kok ga keringetan?"
    ya sebenernya keringetan tapi ya mung jemek di BH! hahaha

    Kalau poundfit beda lagi. Karena semuanya gerak dari kaki sampe tangan.. nah itu baru basah semua. Tapi ya bener sih, yang penting sehat dan setelah olahraga bahagia bukan uring uringan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya ketawanya "wokwokwokwok" begitu, wokwokwokwok

      ((jemek di BH))

      Aku jogging pagi juga udah nyeprint, sampai rumah wis garing. Selama nyeprint keringetnya garing :))

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...