Tranformasi Bentuk Tubuh Selama 1,5 Tahun dan Resolusi di Tahun 2019

by - January 01, 2019

Selamat memasuki tahun 2019, sobat tercinta! Yang nggak merasa dicinta, sini sa sun dulu :-*
Ada yang masih hangover karena party malam tahun baru? :))

Memasuki tahun 2019, saya ingin mulai dengan menulis tranformasi bentuk tubuh saya. Jadi jika suatu saat saya kehilangan motivasi, saya bisa baca blog sendiri. Dan juga tracking-nya bakal lebih enak, bisa lebih banyak belajar dari kesalahan, juga bisa meningkatkan kemampuan diri sendiri. Dan saat menulis tulisan ini saya merasa "wow" sendiri :))


transformasi bentuk tubuh monica agustami
Bentuk tubuh per Desember 2018


Motivasi Diet


Dari awal saya diet, saya memang ingin lebih kurus. Apa sih yang memotivasi saya untuk kurus? Kebanyakan influencer memulai cerita diet journey mereka dengan cerita bullying atau terkena suatu penyakit. Alhamdulillah bukan itu motivasi saya. Motivasi saya adalah karena saat itu saya...


PATAH HATI.

Ehem.

Isin sayatuuuu sebenernyaaa.. (ndue isin, Mon?) Tapi tak apa lah ya. Biar kalian tahu juga, hal apapun bisa kalian jadikan motivasi. Seremeh apapun hal itu. Make your own motivation, hidayah memang turun secara tak terduga kok #kibaskalungrosario.

Juni - Agustus 2017


Saya mau cerita dulu tentang bentuk tubuh saya di awal saya mulai diet. Bentuk tubuh saya nggak terlalu gemuk (nggak over weight), tapi perut saya mblegendhu pooolll. Lengan dan paha besar sih, tapi saya jarang pakai baju tanpa lengan ataupun celana gemesh. Nggak terlalu kelihatan lah. Jadi, kalau pakai baju biasa ya nggak terlihat terlalu gemuk, tapi begitu baju dibuka... perut saya shombonk sekali maju ke mana-mana. Tapi saya mah orangnya rendah hati kok :")

transformasi bentuk tubuh monica agustami
Bentuk tubuh per 29 Juni 2017


Saya mulai diet tanpa disertai dengan ilmu apapun, hanya berbekal: "Eh, katanya kalau anu bikin kurus loh!" Jangan ditiru ges! That's my biggest mistake.


Pola diet saya dari Juni sampai dengan Agustus 2017

- Cardio HAMPIR SETIAP HARI. Cardio yang saya pilih adalah jogging, HIIT, dan zumba. Saya termakan omongan: "Cardio setiap hari bikin cepet kurus loh!" Tanpa research, saya telan mentah-mentah omongan tersebut tanpa ada pertanyaan: WHY?

- Makan makanan hambar (( literally )) hambar. Bukan makanan enak macam orak-arik sayur high protein ya. Saya minimalkan garam, minyak, kecap, dan kawan-kawannya. Eh, bahkan nggak pakai garam ding! Sumpah nggak enak banget, hahahaha. Bikin salad pun beneran tanpa dressing dan rasanya aneh banget. Tapi hebatnya ya saya telen juga. Eh, hebat atau pekok ya itu? :D

- Menghindari karbohidrat simple seperti nasi dan bakmi. Dan beneran sedih kalau harus makan di luar, nggak masak sendiri dan nggak bisa makan karbohidrat kompleks. Padahal saya suka banget makan bakmi :( Dan saya kan sering kerja ke luar kota tuh, nah itu saya sebel banget karena kalau ke luar kota sudah jelas makannya nggak bisa pilih-pilih, sudah pasti berlemak.


transformasi bentuk tubuh monica agustami
Bentuk tubuh per 6 Agustus 2017 - hanya cardio, mon maap kutang basah habis jogging


Hasil dari pola diet Juni sampai dengan Agustus 2017

- Berat badan turun, perut mengecil... sedikit. Perubahan fisik yang paling terasa adalah di bagian paha, kalau lengan masih besar. Jadi apakah banyak cardio bikin berat badan cepat turun? TERGANTUNG. Tergantung seberapa banyak kalian overweight, kalau kayak saya sih nggak banyak membantu. Lagian ya, kalaupun berat badan turun, belum tentu lemak yang berkurang, bisa saja hanya kadar air dalam tubuh, bahkan otot. Sad.

- Capek luar binasa, di kantor selalu ngantuk. Bukannya sehat dan semangat malah ngantukan. Tapi, ya gimana nggak capek ya kalau hampir setiap hari jogging 5K, bahkan bisa sampai 7K. Gempor tuh kaki.

- Orang tua dan beberapa teman saya sebal sekali karena kalau diajakin makan di luar saya selalu rewel :D

Agustus - Oktober 2017


Agustus 2017 saya memutuskan untuk mendaftar menjadi member gym. Saat itu tujuannya nge-gym ya cuma biar kurus aja, ya sukur-sukur dapet pacar. Tapi sukur beneran! Sukur nggak dapet pacar sampai sekarang.

Gitu.

Waktu itu, di gym beneran bingung mau ngapain, segala macam alat saya coba. Beneran nggak terkonsep lah. Modal nggak tahu malu saja, ternyata rasa nggak tahu malu saya berguna juga. Alhamdulillah. Saya juga mulai rajin cari referensi melalui Youtube dan Instagram.

Pola diet dari Agustus sampai dengan Oktober 2017

- Pola olah raga dari hanya cardio, saya tambah dengan latihan angkat beban. Tapi masih didominasi cardio. Saya belum paham berbagai variasi gerakan angkat beban. Jadi ya masih nyaman saja dengan cardio. Toh saya juga masih bahagia jogging cantik, belum kapok kakinya gempor. Dan saya masih olah raga hampir setiap hari dan nggak terjadwal dengan baik.

- Masih takut makan karbohidrat, bahkan karena berat badan dan bentuk badan perubahannya sedikit banget, saya mengurangi karbohidrat. Nggak hanya karbohidrat simple, karbohidrat kompleks pun saya hindari berharap BB lebih cepat turun.

transformasi bentuk tubuh monica agustami
Bentuk tubuh per 8 Oktober 2017 - mulai ke gym


Hasil dari pola diet Agustus sampai dengan Oktober 2017

- Paha, lengan, dan punggung mulai mengecil. Bagian tubuh lain, terutama perut sepertinya nggak bergeming. Perut saya masih saja besar dan keras. Ndaging begitu loh, ges. Hahahaha.

- Masih merasa kelelahan karena belum menemukan jadwal olah raga yang membuat tubuh dan mental saya bahagia. Selain itu juga masih merasa bersalah kalau nggak sempet cardio.

- Belum bisa menjalin hubungan yang baik dengan makanan karena 3 bulan nge-gym, tapi perut seperti nggak mengalami perubahan yang berarti. Jadi saya selalu saja merasa makannya kebanyakan, padahal ya: AH, HANYA PERASAAN DEK MON SAJA.


Tahun 2018


Di tahun 2018 saya sibukh eksperimen, Beb! Mulai dari eksperimen menu makanan, pola makan, pola olah raga, dan masih banyak lagi. Dari yang awalnya rajin nimbang dan ukur lingkar pinggang, paha, dan kawan-kawannya, malah jadi males karena terlalu fokus (( menimba ilmu )). Jadi foto progress-nya nggak terperinci, tahu-tahu sudah akhir tahun saja! HA-HA.

Dari awal hingga pertengahan tahun 2018 saya beneran stress mencari-cari pola diet dan pola latihan yang cocok untuk tubuh dan jadwal kegiatan saya. Nemu yang pas emang susah banget! Pantes lah saya jomblo akut. Eh, bukan ngomongin jodoh ding.

Saat itu saya juga masih berjuang untuk menjalin hubungan yang sehat dengan makanan yang saya makan. Goal saya adalah saya nggak mau lagi takut makan dan merasa bersalah setelah makan banyak dan nggak rewel saat makan di luar. Mencoba untuk selalu berpikir: IT'S OKE! IT'S JUST ONE DONUT!

transformasi bentuk tubuh monica agustami
Lebih sehat dan bahahaha.. gia


Dari pertengahan hingga akhir tahun 2018 AKHIRNYA SAYA MULAI MENEMUKAN POLA DIET YANG PAS! Pola diet yang membuat saya bahagia, dan tentu saja yang membuat saya semakin sehat dan kuat. Bonus dapetin body goal.

Ngapusi ding.

Body goal bukan bonus. Wong memang sengaja body building. Jadi kalau pada akhirnya saya mencapai body goal, ya karena saya cerdas saja. Begitu. Paham?

Nggak ding, semua karena konsistensi :)

Pola diet 3 bulan terakhir di tahun 2018

- Saya memutuskan untuk mengubah pola makan saya menjadi tinggi protein untuk membentuk otot. Jadi berharap ukuran perut nggak nambah, tapi bisa punya lengan dan paha lebih besar dan kencang. Biar nggak kelihatan kurus begitu loh. Saya juga mulai belajar tentang nutrisi makanan.

- Saya mengurangi intensitas olah raga. Dari yang tadinya bisa 2 jam di gym, saya batasi jadi 1 jam saja cukup (waktu untuk pemanasan nggak termasuk). Yang penting latihannya fokus. Jadwal olah raga saya pun saya ganti menjadi seminggu 4 kali: Senin, Rabu, Kamis, dan Sabtu. Dan saya lebih fokus ke latihan kaki, bahu, dan punggung karena memang bagian tubuh tersebut yang ingin saya bentuk duluan.

- Nggak lagi makan makanan hambar, sudah bisa masak makanan enak, Beb! Masih makan makanan kemasan, Indomie for lyfe. Nasi Padang dan makanan berlemak lainnya pun masih makan juga kalau sedang ke luar kota. Saya beneran belajar menjadi orang yang lebih fleksibel.

Transformasi Bentuk Tubuh 2017-2018

Setelah mencoba berbagai macam pola makan dan olah raga, akhirnya tanpa saya sadari tubuh saya malah mengalami perubahan yang signifikan! Bagian perut yang tadinya susah banget susutnya, akhirnya mulai mengecil secara bertahap. Punggung bawah dulu yang mengecil, kemudian bagian pinggang, baru kemudian perut depan.

Tubuh kita itu beneran suka-suka mau yang kecil bagian mana dulu. Kita nggak bisa mengontrolnya. Jadi yang terpenting adalah jangan menyerah dulu, Bebque!

transformasi bentuk tubuh monica agustami
Before - after | Juni 2017 - Desember 2018

Walaupun masih jauh dari body goal yang saya pengenin, saya happy banget!

Dari foto di atas, dengan memakai pakaian yang sama persis kelihatan sekali kan bedanya? Semua bagian tubuh saya akhirnya mulai mengecil dan kencang, bahkan otot lengan, punggung, dan kaki mulai terlihat. Walaupun perut belum rata juga, tapi akhirnya kalau tahan nafas dikit sudah mulai kelihatan ototnya, hahaha.

Kalau ngomongin timbangan, di awal saya diet berat badan saya 50 kg dengan tinggi badan 149 cm. Sekarang berat badan saya 47 kg, hanya turun 3 kg selama 1,5 tahun. Foto before-after sepertinya bisa lebih banyak bicara ya :)

Buat kalian yang masih timbangan oriented, segera bertobat. Sebelum bertobat, baca dulu tulisan saya tentang timbangan.

transformasi bentuk tubuh monica agustami
Before - after | Juni 2017 - Desember 2018

Resolusi di Tahun 2019


Banyak banget hal yang saya pelajari di tahun 2018. Banyak pula progress yang berhasil saya dapatkan. Dan saya masih belum puas! Karena perut belum rata, masih gelambir. Masih banyak PR yang bakal saya kerjakan di tahun 2019.

- Menjadi lebih kuat, bisa angkat beban dengan beban yang lebih berat sehingga terlatih menghadapi hidup yang berat ini.

- Memperbaiki posisi tubuh ketika angkat beban, jadi bisa mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

- Fat loss and bigger muscle!

- Menjalin hubungan yang lebih baik lagi dengan makanan

- Lebih "mendengarkan" tubuh sendiri. Kalau pas butuh karbo ya makan karbo, kalau memang mental lagi butuh coklat ya makan coklat. Kalau lagi capek ya nggak usah nge-gym. Sudah saya terapkan di tahun 2018 sih, tapi saya pengen bisa lebih lebih lebih menghargai dan mendengarkan tubuh sendiri :)

- Bisa berbagi lebih banyak lagi materi healthy lifestyle biar bisa sehat bareng!

Kalau kalian apa saja resolusi di tahun 2019?

Thank you for stopping by! :-*
Instagram: @monicaagustami | Email: monicaagustami@gmail.com

You May Also Like

8 komentar

  1. diet karna patah hati?
    gpp mbaaaa, its okay
    olahraga bikin hati senang, olahraga sepertinya obat untuk kesepian hati

    nice tips mba mon, menginspirasiiii

    ReplyDelete
  2. Kalo baca cerita tentang diet journey gini selalu menginspirasi. Tapi praktik realitanya hampir NOL besar hahahaha padahal suami termasuk yang rutin olahraga dan jaga pola makan, tapi kok ya istrinya gini amat.

    Tapi serius aku selalu salut sama orang-orang yang mau komit untuk mencapai body goal nya. Entah apapun itu motivasinya, punya badan sehat (dan indah) itu kan hampir menjadi mimpi setiap orang. Setelah melahirkan anak pertama kemarin, jujur aku rada minder sih sama bentuk tubuh. Lemak bergelambir, tapi hobi makan tetep jalan. Mau jadi apa T_T

    Thank youu Mba Mon untuk ceritanya. Siapa tau kalo aku butuh motivasi bisa mampir ke sini lagi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semangat, Mbak. Mulai dengan hidup sehat saja dulu. Bentuk tubuh urusan belakangan :D

      Delete
  3. wah menginspirasi sekali nih!
    saya jg pernah diet, berkali-kali tapi diet yoyo abis turun naik lagi.
    thanks tipsnya!

    https://helloinez.com

    ReplyDelete
  4. Membaca tulisan ini membuatku sadar. AKu ternyata mudah menyerah. Karena mungkin aku fokusnya cardio juga ya. Dengan kondisi pulang pergi kerja 45Km ato 1,5 sd 2 jam sehari, kerja 8 jam, rasanya aku limbung kalau cardio. Kadang malah ranjang jadi adem tuh wakaka.... saking capek olahraga. Alhasil patah semangat 2 bulanan ini. Makan sih, masih sebisa mungkin di atur walaupun nggak sestrict itu ahha....

    Tapi tulisanmu ini sungguh berpaedah kak mon, tak seperti biasanya yg unfaedah haha....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Bund. Karena diet yang menyesuaikan kemampuan kita, bukan kemampuan kita yang menyesuaikan diet. Makanya tiap orang dietnya memang beda-beda karena disesuaikan per individunya.

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...