December 3, 2018

Gaya Hidup Sehat Adalah Gaya Hidup yang Mahal?

"Ah, hidup sehat mahal kan ya, Mbak. Nggak mampu."

Mungkin ada banyak dari kalian yang pengen memulai hidup sehat, tapi harus pikir-pikir ulang karena masalah kantong. Lihat di Instagram banyak banget healthy lifestyle influencer yang kalau masak pakai coconut oil. Ah, mahal! Kalau sarapan buahnya pakai stroberi. Ah, mahal! Merasa nggak bersahabat dengan kantong langsung mikir, "Ah beli ayam geprek aja murah, kenyang pula!"

Gaya Hidup Sehat
Kemringet! :))

Awal saya mulai diet dan hidup sehat, saya kan cari banyak referensi tuh. Dan memang kalau mantengin vlog dari healthy lifestyle influencer bikin saya mikir: WAGELASEH SUGEH BANGET KI UWONG! Nge-gym di tempat yang fasilitasnya "wow", makanan organik semua (yang tentu saja mahal), minum suplemen yang pas saya kepo harganya jadi mikir gimana caranya jual ginjal.

Baru kepo, udah jelas kalau saya nggak bisa niru plek-ketiplek gaya hidup tersebut. Tapi... SIAPA JUGA YANG NYURUH NIRU PLEK-KETIPLEK.

Nah, inilah.

Banyak yang lupa kalau "diet atau gaya hidup yang menyesuaikan kantong", bukan "kantong yang menyesuaikan diet atau gaya hidup". Gaya hidup influencer di dunia maya terlihat mewah ya karena memang sugih mblegendhu. Atau... sobat misquine yang pencitraan kaya #wikwikwik. Kita mana tahu kan?

Karena yang benar itu "diet atau gaya hidup yang menyesuaikan kantong", tentu saja gaya hidup sehat tidak akan pernah menjadi mahal. Kalau gaji belum mencukupi untuk daftar member gym ya sudah home workout saja atau jogging. Noh, saya sudah pernah kasih tips biar bisa jogging dengan bahagia meskipun masih saja jomblo.

Saya pun kalau lagi memprioritaskan uang saya untuk hal yang lain atau ada harga bahan makanan tertentu yang lagi mahal, ya saya cari alternatif bahan makanan yang lebih murah kok. Kayak sekarang ini, brokoli lagi mahal, saya nggak beli. Pas daging ayam lagi mahal-mahalnya pun saya kurangi konsumsi daging ayam, saya ganti dengan sumber protein lain yang lebih (( murah )).

Gaya Hidup Sehat
Sobat modis, modal diskon

Be flexible, be creative.

Kunci yang paling menentukan agar diet atau gaya hidup bisa menyesuaikan kantong adalah harus benar-benar memahami "apa sih yang kita butuhkan?"

Kalau memperhatikan healthy lifestyle influencer pasti bakalan menemukan makanan yang "aneh" dan terdengar asing, misalnya saja chia seed. Walaupun terdengar asing, tapi banyak artikel yang menyebutkan kalau chia seed sangat sangat baik bagi kesehatan, bisa menahan lapar lebih lama, dan lain sebagainya.

Di awal saya diet pun saya mengkonsumsi chia seed yang (( mahal )) itu. Tapi makin ke sini, saya kok merasa chia seed nggak penting-penting amat. Masih bisa bertahan hidup dan tetap sehat tanpa chia seed begitu loh.

Sekarang kalau mau nyetok bahan makanan, saya beneran mikir apakah saya memang butuh atau tidak? Kalau misal nggak beli bahan makanan tersebut apakah akan mempengaruhi kesehatan saya? Kalau tidak terlalu berpengaruh di hidup saya, ya nggak akan saya beli. Hemat, Beb.

Tapi... kalau memang punya uang lebih ya nggak masalah nyobain "makanan sehat" yang terdengar asing dan belum pernah dimakan sebelumnya. Anggap saja eksperimen atau kulineran. Soalnya dari situ kita bakal tahu mana yang benar-benar dibutuhkan. Makanan saya sekarang pun nggak sevariatif dulu. Bahan makanannya itu-itu saja, paling cara masak atau bumbunya saja yang berbeda.

Gaya Hidup Sehat
Nasi goreng sehat, ada yang mau resepnya? :)

Sebuah kebutuhan sudah pasti berhubungan erat dengan "tujuan". Apa sih tujuan menjalani gaya hidup sehat?

Kebanyakan healthy lifestyle influencer pada dasarnya adalah atlet, guru yoga, atau pekerjaan lain di bidang olah raga. Biasanya, biasanya nih ya, tujuan mereka nggak hanya pengen sehat tapi juga pengen membentuk badan, membangun otot. Nah, membentuk badan itu memang (( MAHAL )) karena membutuhkan banyak protein. Dan makanan yang tinggi protein banyak yang mahal. Puk-puk... Puk-puk diri sendiri yang memang sedang membangun otot, hahaha.

Kalau tujuannya "yang penting sehat", nggak mahal kok! Tinggal banyakin sayur dan buah, ganti karbohidrat simpel dengan karbohidrat kompleks, perbanyak minum air putih, rutin olah raga, putuskan hubungan dengan sobat mendoan. Gampang ta? Saya sudah pernah tulis cara mudah memulai diet, bacalah, jangan malas nanti bokongnya tepos.

Mungkin banyak yang lupa kalau kesehatan adalah investasi. Saya pribadi lebih memilih keluar uang untuk langganan gym dibandingkan dengan keluar uang untuk ke dokter. Berhubung saya alergi banyak antibiotik, nggak banyak obat yang bisa saya telan. Jadi ya keluar uang untuk langganan gym terasa murah bagi saya #kipaskipasduit. Belum lagi misal badan ringkih, sedikit-sedikit masuk angin, migrain, pegel, nggak nyaman!

Memulai hidup sehat banyak manfaatnya dan sama sekali nggak ada ruginya, kawan!

Untuk selanjutnya mungkin saya akan bahas hitungan kasaran biaya what I eat in the day, versi tanggal tua dan versi tanggal muda asyik kali ya :)

Thank you for stopping by! :-*
Instagram: @monicaagustami | Email: monicaagustami@gmail.com

2 comments:

  1. "Bacalah, jangan malas nanti bokongnya tepos"

    Bhaique
    Aku ga males baca padahal kak, tapi kenapa tepos ya:(

    Anw, mau tips hidup sehat untuk anak kos yang ada kompor tapi gaada kulkas dong mbak mon. Tiap mau hidup sehat masalahnya ini doang sih, masa mau belanja tiap hari? Ada ga yang bisa dikeep di suhu ruang aja yg bikin sehat?
    Makasihh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga masih tepos :(

      Wah, ide konten yang CHEMERLANK!
      Aku tampung yak!
      Thank you :-*

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...