October 1, 2018

7 Tips Memilih Makanan Kemasan Agar Diet Tetap Sukses

Bagi para pejuang diet sebenarnya makanan kemasan adalah makanan yang sebaiknya dihindari. Tapi biasanya kalau kalian ngotot menghindari malah bakal pengen. Daripada ngotot menghindari, saya lebih memilih ngotot mengurangi karena ada waktu di mana saya mau tak mau makan makanan kemasan. Misal saya butuh ngemil di perjalanan dan saya nggak sempat menyiapkan buah sebagai cemilan sehat, ya saya lebih milih membawa makanan kemasan yang lebih mudah untuk dibawa daripada saya krengki di jalan terus ngajak ribut orang karena lapar.

Makan bungkusnya aja ges. Biar nggak gendut.


Saya ada 7 tips memilih makanan kemasan agar diet dan kesehatan kalian tetap adem ayem tidak terganggu.


1. Jangan mudah percaya kata-kata


Nggak hanya rayuan laki-laki saya yang terdengar manis, tapi kalimat rayuan pada kemasan makanan juga bisa menghipnotis kita untuk membeli. Halah, bahasanya :D

Kalau beli makanan kemasan sering kan lihat kalimat "rendah lemak" atau "tinggi protein"? Nah, jangan langsung percaya geeesss.. Temen aja bisa nikung ya apalagi marketing makanan. Daripada percaya kata-kata pada kemasan, lebih baik perhatikan informasi nilai gizi yang tercantum di kemasan. Karena bisa saja memang rendah lemak, tapi ternyata tinggi kalori. Percuma kan?

2. Cari makanan kemasan dengan informasi nilai gizi


Walaupun BPOM sudah memberikan peraturan bahwa setiap makanan kemasan harus memberikan informasi nilai gizi, tapi tetap nggak semua makanan kemasan mencantumkan informasi nilai gizi makanan tersebut. Untuk amannya saya lebih memilih makanan kemasan yang mencantumkan informasi nilai gizi-nya. Bagi kalian yang memiliki riwayat penyakit tertentu, mengetahui informasi nilai gizi suatu makanan sangat lah penting. Misal kalian diabetes, nggak mungkin kan konsumsi makanan yang tinggi gula?

3. Hati-hati membaca informasi nilai gizi


Nah, membaca informasi nilai gizi pun harus hati-hati. Nggak cuma cari jodoh yang harus hati-hati, makan juga harus hati-hati agar tidak dikelirukan, geeess.

Ada laler lewat, wkwk.


Yang perlu diperhatikan ketika membaca informasi nilai gizi adalah bagian "takaran saji". Takaran saji adalah jumlah makanan yang biasa dimakan dalam satu kali makan. Satuan ukurannya bisa berupa x gram, x bar, x sachet, dll. Nah informasi nilai gizi yang dicantumkan adalah nilai gizi per takaran saji BUKAN per kemasan.

Contoh:

Takaran saji: 1 bar (30 gram)
Energi total: 130 kkal

Artinya adalah makanan tersebut mengandung 130 kkal per 30 gram-nya. Jika 1 kemasan terdapat 2 bar (60 gram) berarti dalam satu kemasan mengandung 260 kkal.

Begitu.

4. Pilih yang sesuai dengan goal yang diinginkan


Agar tidak bimbang saat memilih makanan kemasan, kita tentukan dulu kita pengen yang seperti apa? Yang rendah lemak? Yang rendah kalori? Yang rendah gula? Yang tinggi protein? Atau yang bagaimana? Bagi kalian pemula diet yang ingin menurunkan berat badan, saya sarankan pilih yang rendah kalori agar tetap bisa defisit kalori.

Saya pribadi kriteria nilai gizi ketika memilih makanan kemasan adalah:

Rendah kalori (80-200 kkal)
Bagi saya yang sangat aktif dan hampir setiap hari olah raga, sebenarnya 250 kkal per sajian pun masih tak masalah. Tapi ya siapa tahu saya makannya kebablasan, jadi tetap cari yang rendah kalori. Biar nggak merasa berdosa :))

Baca juga: 7 Tips Lari Agar Lebih Enjoy

Rendah gula (< 12 gram, kalau bisa < 8 gram)
Ini bagian paling susah karena hampir semua makanan kemasan mengandung gula > 10 gram. Yoghurt yang ada embel-embelnya "untuk diet" saja banyak yang mengandung gula > 15 gram. That's why kembali ke poin nomor 1. Jangan percaya kata-kata marketing, percaya dengan informasi nilai gizi.

Rendah natrium (< 300 mg)
Makanan yang tinggi natrium biasanya ada efek nagihnya. Bisa-bisa makannya beneran kebablasan. Dan lagi konsumsi makanan yang tinggi natrium dalam jangka panjang bisa menyebabkan tekanan darah tinggi. Ya walaupun bacain komentar netijen saja sudah membuat darah tinggi.

5. Pilih yang sedikit sulit dikunyah


Aneh ya? Tapi sukses untuk menekan nafsu ngemil loh! Ngemil itu kan kadang bukan karena lapar ya, tapi karena pengen aja. Mulut terasa pengen ngunyah karena mungkin memang sedang nggak ada kerjaan, hahahahaha. Ketika memilih camilan yang sedikit sulit dikunyah seperti makanan yang mengandung kacang-kacangan biasanya bikin kita merasa capek, njuk uwis berhenti ngemil. Begitu lelah mengunyah, minum air putih yang banyak biar kenyang. Jangan kebanyakan juga, nanti malah kembung :))

6. Enjoy your food


Makan apapun itu, please nikmatin aja, nggak usah cepet-cepet makannya. Dirasakan baik-baik setiap gigitannya. Enjoy your food! Anggap saja itu cheat meal terakhir yang dapat kalian rasakan. Agar apa? Agar puas dan nggak pengen ngemil lagi! Agar terasa kalau memang sudah ngemil. Sering kan kita ngemil sambil nonton TV terus tanpa sadar udah habis keripik kentang seember? Habis deh tuh 1000 kkal keripik kentang dalam waktu 5 menit.

7. Jangan lupa bagi-bagi


Nanti dibilang pelit, ges kalau nggak bagi-bagi.

Thank you for stopping by! :-*
Instagram: @monicaagustami | Email: monicaagustami@gmail.com

4 comments:

  1. Waini aku setuju banget.
    Kuceritain sebuah kebodohan di malam hari mbak. Jadi waktu itu aku sedang diet lalu tiba-tiba setelah zumba kok tiba-tiba pingin ngemil. Karena udh lama nggak ngemil akhirnya aku beli lah sekaleng kripik kentang. Karena merasa ayem hanya 130 kalori. Dan ternyata setelah dibaca-baca lagi, 130 kalori itu hanya untuk seberapa gram nya saja! Totalnya? BANYAK. kadang aku suka memaki, kenapa produsen cemilan ini ngasih takaran nilai gizinya bikin ayem. hmmm. fak.
    btw mbak apakah soyjoy coklat almond ena? karena dulu aku pernah makan yg rasa kelapa dan pisang rasanya nggak karu-karuan,lalu trauma. Mau nyoba yg coklat almond takut nggak enak juga, dan kalau mau coba-coba mahal. hhehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwkwkwk.. ya soalnya kalau nulis kalori per kemasan tidak laku. Bukan ding. Soalnya memang per sajian. Kalau bagi produsen per sajiannya disarankan hanya 50gram ya dicantumkan nilai gizi per 50gram itu. Cuma konsumen saja yang suka ngeyel kan. Disarankan per makan 50gram saja malah dihabisin sak kemasan begitu.

      Enaaaakkk.. aku suka yang coklat almond, hahaha. Gulanya paling rendah juga.

      Delete
  2. Haaa baru liat foto pertama aku sudah tau kenapa mba Mon stay slim, kayaknya harus kucontoh.
    Makanan apapun ga dimakan kog, meh digigit ujung bungkusnya seperti di foto.
    Akan kutiru dah semoga segera 50Kg beratku ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga berhasil. Senang bisa menginspirasi 👌

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...