September 22, 2012

[Review] Inez Correcting Cream - Medium

Alohaaaaaa.. yang lagi nggak malem mingguan mari bergabung bersama saya! ^^/
Kali ini aku mau review satu-satunya concealer yang aku punya, yaitu Inez Correcting Cream.


Produk ini memiliki 2 shade, yaitu light (cenderung terang) dan medium (cenderung gelap). Aku memilih shade yang medium karena kulitku sawo matang, tapi ternyata shade medium sedikit terlalu gelap untukku (sedikit banget tapi). Selain itu, tone-nya juga terlalu kuning untuk kulitku. Selain berbentuk cream, Inez juga mempunyai concealer yang berbentuk stick.



Teksturnya berbentuk cream padat, jadi agak sedikit susah untuk dicolek. Menurutku, teksturnya susah ngeblend dengan kulit. Jadi, bagi yang under eye-nya berkerut, concealer ini malah dapat memperjelas kerutannya. Ohya, tipe kulit di sekitar mataku emang sedikit berkerut, tapi bukan karena faktor usia ya! Bukaaaaaaaaaaaan.. Tapi karena emang turunan dari Bapakku.


Ketika diaplikasikan di under eye, concealer ini tidak dapat menutupi kantung mata dengan sempurna. Walaupun begitu, concealer ini cukup untuk menutupi dark circle di sekitar mata.


Kalau Jeng Lady bilang kantung matanya double, eh saya juga loh! *dadah2 ke Jenganten*
Aku lebih suka mencampur concealer ini dengan BB Cream dengan shade yang lebih terang terlebih dahulu dengan tujuan biar teksturnya lebih mudah diblend dan shade-nya lebih pas.
Untuk bekas jerawat, concealer ini dapat menutup bekas dengan cukup baik. Tapiiiiiiii.. ketika ditumpuk dengan foundie dan foundienya diblend, kok concealer ini ngikut ngeblend kemana-mana. Jadi, nggak stay di tempat bekas jerawat yang mau ditutupi. Atau mungkin akunya aja yang dudul makenya? >.<

Kesimpulan
Kelebihan
- Cukup murah
- Dapat menutupi dark circle
Kekurangan
- Kurang ngeblend di kulit
- Tidak bisa menutupi kantung mata


Harga : sekitar Rp 40.000,00 / 20 gram
Repurchase? No. Pengen nyoba yang stick karena dulu pernah nyoba punya teman dan yang stick lebih mudah diblend.

 

September 18, 2012

Berbagi Kegalauan dan Berbagi Sedikit Receh

Sudah tepat 18 hari aku menjalani masa single. Ya, aku baru saja putus dikarenakan perbedaan keyakinan. Nggak mudah memang untuk menjadi single setelah 5 tahun menjalani hari bersama, dan aku baru sadar kalau putus secara baik-baik itu lebih menyedihkan, hahahaha. Tapi tetap harus move on dong ya!
Semenjak putus, aku mulai memikirkan mau apa dan bagaimana aku nanti. Aku mulai memikirkan hal-hal yang belum aku lakukan selama aku berpacaran. Yah, intinya mencoba menjadi orang yang lebih baik karena aku dan mantanku yang sekarang kembali menjadi sahabatku sudah berjanji untuk sama-sama ikhlas :)))

Di tengah kegalauanku, aku menjadi ingat untuk berbagi (bukan berbagi kegalauan loh! :D) dengan sesama. Yah, hitung-hitung mau menebus dosa untuk uang yang aku buang percuma untuk skincare dan makeup yang tidak aku pakai. Maklumlah Jeng, namanya juga manusia, ingat sesama kalau lagi galau doang. Yah, semoga seterusnya aku nggak lupa deh! :)))
Sebenarnya aku ini orang yang aneh. Aku selalu berpikir dua kali untuk berbuat baik. Contohnya saja saat aku melihat seorang nenek-nenek penjual koran di perempatan, aku salut karena nenek tersebut walaupun sudah tua tapi tidak mengemis. Dalam hati :

Malaikat, "Beli koran ah! Lumayan dapat berita dan bantu nenek itu."
Setan, "Ah, tapi duitnya di tas. Males ngambilnya."
Malaikat, "Tapi kasian, korane masih banyak yang belum laku."
Setan, "Bentar lagi lampunya hijau tuh!"

Dan alhasil, setanlah yang menang! Jedeeeeer! Ya, keseringan setan dalam hatikulah yang menang. Jadi, tak jarang aku selalu menyesal.

Nah, ceritanya nih seminggu yang lalu, aku baca di TL Twitter kalau Coin a Chance mau mengadakan Coin Collecting Day. Coin a Chance ini adalah gerakan untuk mengumpulkan koin yang koin tersebut nantinya akan digunakan untuk beasiswa anak-anak yang cerdas namun kurang mampu. CAC ini tak hanya ada di Jogja kok! Di kota lain juga ada. Untuk lebih jelasnya, dapat dibaca di webnya : http://coinforall.com/

Foto diambil di sini

Waktu mau ikut CCD pun aku mikir dua kali (!!!)

Malaikat, "Dateng aaaaaaah.."
Setan, "Tapi aku nggak ada temene. Ntar malah dicuekin, lah nggak kenal semua."
Malaikat, "Yowis, nek nggak kenal ya kenalan."
Setan, "Nggak usah ah! Udah telat juga! Harusnya kan jam 4, ini dah setengah 5."
Malaikat, "Ntar nyesel loh nek nggak ikut."

Itu benar-benar real percakapan yang ada di hatiku loh! Hahahahaha, So stupid! -_____-"
Dan Puji Tuhan yang menang kali ini adalah si malaikat! Yeay! #jingkrak2

Dan memang, sampai di lokasi, yang lain sudah pada menghitung receh, lagi asyik gitu deh! Nah, loe! Clingak-clinguk, aku menemukan sesosok teman kuliah! Yeay! #jingkrak2 #lagi. Akhirnya tanpa banyak omong, aku ikut-ikutan ngitung koin. Kadang diam itu dapat membuat nyaman diri sendiri :DD
Selanjutnya acara mengalir begitu saja. Aku mulai nyaman dan akhirnya dapat pulang dengan tersenyum lebar! Oh meeeeeeeeeeeen.. Akhirnya aku mengalahkan si setan! Yah, bagiku ini adalah sesuatu hal yang menyenangkan. Berbagi mulai dari hal yang kecil.

Diambil dari http://coinforall.com/

Galau boleh, tapi jangan lupa berbagi untuk sesama. Salam krincing! ^^

Serunya Looxclass Jogja!

Saya adalah salah satu peserta Looxclass Yogya dengan nomor peserta 2012LCY018. Kalau ini cerita versi Looxperiments tentang event tersebut : http://www.looxperiments.com/2012/09/akhirnya-looxclass-yogyakarta-sebuah.html 

Kali ini nggak mau review produk dulu yaaaaaa.. Lagi males berbagi review makeup secara aku sendiri sedang galau. Sekarang aku mau cerita tentang Looxclass yang tanggal 8 September 2012 lalu diadakan di Lir Shop Jogja. Mungkin karena Looxperiments ingin buat konsep acara beauty class di outdoor jadi kayak pesta kebun gitu, jadi tempat yang dipilih adalah Lir Shop ^^. Tapi, sayang Jogja lagi panas-panasnya jadi agak gimana gitu kalau dandan sambil keringetan :DD. Mungkin lain kali bisa dipilih tempat yang indoor saja #banyakmaunya.

Acara dimulai pukul 12.00 WIB (ngaret dikit lah ya! :DD) dan begitu datang kami sudah disuguhi makan siang. Aih, padahal aku kan udah makan! Tapi mubazir kan ya kalau nggak dimakan #gakpenting. Kemudian acara dilanjutkan dengan games yang bertujuan agar peserta dalam saling mengenal satu sama lain. Jadi, kami diberi pertanyaan oleh Mbak Ponti yang notabene adalah MC dari acara Looxclass ini dan kemudian menanyakan jawabannya kepada peserta lain.


Mbak Ponti ini MC yang asyik deh! Mampu menghidupkan suasana, suka heboh sendiri, dan kadang omongannya menggelikan (!). Waktu beauty class kan Mbak Ponti jadi modelnya dan suka nyeletuk-nyeletuk hal tak terduga, jadi alhasil aku pun nggak konsen dandan malah fokus ke guyonannya Mbak Ponti (!). Karena hal ini, Mbak Ponti aku nobatkan menjadi orang terasyik dan termenyenangkan di acara Looxclass ini! *Penyerahan mahkota :DD 
Setelah acara games selesai, acara selanjutnya adalah ngobrol-ngobrol bersama Fifi (http://www.prettymuchmakeup.com/) yang sudah menjadi beauty blogger sejak dahulu kala sebelum aku mengenal makeup.


Seneng banget akhirnya ketemu Fifi. Setelah dulu aku, Mbak Arum, Mbak Puput sempat mengira Fifi adalah tokoh fiksi yang hidup di dunia blog karena setiap ada acara kumpul bareng di Jogja Fifi nggak pernah respon, hahahahaha (ampun Mbak Fifi! ^^ *cium tangan). Sesi ini benar-benar membuat kami mengetahui seluk-beluk dunia per-blogging-an. Thank you Fifi! :DD

Selanjutnya adalah sesi kelas fotografi yang diisi oleh Mbak Ella dosen DKV di ITHB. Kaget juga kalau Mbak Ella itu dosen karena penampilannya jauh dari pencitraan seorang dosen :DD


Eh, tapi foto di atas keliatan muka dosennya yak! :DD
Aku seneng loh ketemu Mbak Ella. Dulu waktu pertama kali mau masuk kuliah, pengen banget tuh masuk ke DKV ITB. Tapi, dengan wajah yang cukup menyayat hati, Bapakku bilang kalau nggak punya cukup uang untuk membiayai aku kuliah di ITB. Karena kapasitas otak tidak cukup baik untuk menerima beasiswa dan uang tak punya, jadi aku menyerah saja untuk masuk ITB, hahahahaha. Jadi, seneng dong yaaaaaaaaa.. ketemu Mbak Ella yang notabene dosen DKV, walaupun bkn dosen ITB :p! *Iyain aja ya Jeng! :DD 
Dari Mbak Ella ini, kami mendapat banyak pengetahuan baru tentang teknik fotografi. Mulai dari pencahayaan, angle, waktu yang tepat untuk foto, dll. Aih, seneng deh! Kecup klomoh Mbak Ella :-* #lebay
Dengan adanya Mbak Ella dan ilmu yang didapat, sesi fotografi ini aku nobatkan menjadi sesi termenyenangkan bagiku! :DD  

Usai sesi fotografi, dilanjutkan acara beauty class! Yeay, akhirnya! Eh, ternyata ada tea break dulu :DD
Sambil ngeteh, kami disuguhi dengan pemandangan peralatan perang dari MakeOver yang tentunya bikin ngiler >.<


Selesai ngeteh, akhirnyaaaaaaa.. acara beauty class-nya dimulai! :DD
Dimulai dengan penjelasan dari mbak-mbak MakeOver tentang membersihkan wajah sebelum memulai makeup. Yang menjadi korban model untuk di-makeup-in adalah Mbak Ponti! ^^ 


Foto yang kedua itu Mbak Ponti lagi dimakeup sama Mbak Vina yang notabene adalah seorang Make Up Artist.

  

Cantikan muka "telanjang" ya boooooook.. Ini antara aku nggak bisa dandan atau memang waktu dandan nggak fokus karena ngakak terus mendengar celotehan Mbak Ponti, hahahahaha. Malah nyalahin Mbak Ponti :p

Setelah acara beauty class, ada acara penyerahan hadiah bagi para pemenang games, pemenang post Beauty of Friendship, dan ada juga pemenang best dress. Dan aku termasuk pemenang post Beauty of Friendship. Sepertinya aku harus berterimakasih pada anjingku tersayang dan juga pada Looxperiments yang sudah memilihku dong! ^^ Puji Tuhan dapat free e-ticket :DD

Diambil dari Looxperiments FB Fan Page

Waktu itu, bingung mau foto penyerahan hadiahnya gimana, lah wong hadiahnya free e-ticket. Alhasil fotonya foto jabat tangan ala ala mau kenalan sama Mbak Okke. LOL :DD
Eh, ngomong-ngomong aku dan mantan Mas Pacar suka ngomongin Mbak Okke loh! :p *silangin jari ke mulut

Setelah semua sesi selesai, sebelum pulang kami foto-foto dulu lah yah! :D
Foto-fotonya dapat dilihat di blognya Looxperiments dan Facebook Fan Pagenya.
Kapan-kapan ke Jogja lagi ya mbak-mbak Looxperiments! Sekedar main-main doang, mainan makeup maksudnya! :D
Sun satu-satu buat Looxperiments yang sudah mengadakan acara ini! :-*
 

September 14, 2012

[Review] Mustika Ratu Hand Nourishing Cream

Waktu KKN kemarin, karena keseringan nyuci baju dan piring, alhasil telapak tanganku jadi super kering dan mengelupas. Ngeri deh! >.< (kelihatan banget kalau di rumah nggak pernah nyuci :p)

Saat ada kesempatan pulang, aku mencari-cari hand cream yang murah dan kemasannya mudah untuk dibawa kemana-mana. Sebenarnya pengen beli body butter aja biar tidak hanya melembabkan telapak tangan, tapi sekalian bisa ngelembabin tangan dan kaki. Tapiiiiiiii.. tahulah kemasan body butter segede gaban gitu, jadi males kalau dibawa ke tempat KKN.

Saat main ke bagian hand body lotion di salah satu toko di Jogja, tiba-tiba mataku tertuju pada tube mungil berwarna hijau dan setelah kulihat, harganya juga murah ^^. Tube mungil itu ternyata Mustika Ratu Hand Nourishing Cream.

Di kemasan tertera bahwa hand cream ini mengandung antiseptic, zaitun, dan tea tree. Karena mengandung antiseptic, lumayanlah dipakai kalau lagi lupa bawa hand sanitizer. Mungkin manfaat antiseptic tersebut didapat dari tea tree yang juga terkandung dalam produk ini. Setahuku, tea tree sangat bermanfaat untuk membunuh bakteri dan jamur karena itu banyak produk anti jerawat yang mengandung tea tree. Kalau manfaat zaitun pasti sudah pada tahu. Zaitun dapat melembabkan dan merawat kekencangan kulit.



Seperti yang aku bilang tadi, kemasannya berbentuk tube mungil dan mulut tubenya tidak terlalu besar sehingga jumlah krim yang keluar dapat lebih dikontrol.


Kalau masalah kekencangan kulit, aku belum merasakan manfaatnya karena memang daridulu kulitku udah kencang gitu deh! #mintadikeplak. Menurutku, produk ini tidak terlalu melembabkan, tapi cukup dapat menguragi telapak tanganku yang mengelupas. Kelembabannya juga tidak bertahan terlalu lama, jadi setiap 2-3 jam harus apply lagi. Kalau aku sedang di tempat yang ber-AC malah hanya tahan kurang lebih 1 jam.



Teksturnya mudah untuk diratakan, namun sayang cukup lama meresap. Jadi, kalau telapak tangan kita berkeringat (telapak tanganku sering berkeringat), telapak tangannya berasa agak licin.

Kesimpulan
Kelebihan
- Kemasannya mungil dan mudah dibawa kemana-mana
- Wanginya lembut
Kekurangan
- Kurang melembabkan
- Cukup lama meresap


Harga : sekitar Rp 15.000,00 / 60 gram
Repurchase? Selama belum menemukan hand cream yang lainnya dengan harga yang murah, aku tetap akan membelinya :D #pelit.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...