June 29, 2012

[Tips] Take Picture for Blogging

Heloooooooo.. mumpung #selo (emang tugasmu dah kelar, Mon? #dyar), aku mau memberi beberapa tips tentang gimana sih cara ambil gambar atau foto untuk keperluan ngeblog walaupun tanpa menggunakan kamera yang mahal.

Untuk beauty blogger, tentunya foto adalah faktor yang sangat penting dalam melakukan review maupun FOTD dan OTD OTD yang lain. Eh, tapi kan nggak semua beauty blogger punya kamera bagus dan mahal kan ya? Eitz, jangan syediiiiiiiih.. Saya, Monica Agustami Kristy di sini akan memberikan tips mengambil gambar atau foto tanpa harus memakai kamera digital yang mahal! (wis mulai koyo sales MLM :D)
Dengan memakai kamera digital biasa maupun kamera handphone, kita masih bisa menghasilkan post yang berkualitas dan tidak mengurangi kualitas dari informasi yang akan kita sampaikan.

Kalau mau review produk, apa saja sih yang harus kita foto?
Ya, semua informasi yang ingin disampaikan pada pembaca blog kita. Foto saja kemasan, tulisan ingridients, tutupnya, teksturnya, warnanya, semualah. Foto dulu saja sebanyak-banyaknya, nanti kalau ngga diperlukan tinggal kita hapus. Lebih baik kelebihan daripada kekurangan kan? :D
Contohnya saja kalau kita mau review foundation, yang mungkin perlu difoto adalah:
  1. Kemasan
  2. Mulut kemasan/botol
  3. Ingridients
  4. Shade/texture/swatch
  5. Kalau bisa, ditambahkan foto bagaimana foundation tersebut kalau diaplikasikan pada wajah
Kapan waktu yang tepat untuk mengambil gambar atau foto?
Menurutku, waktu yang paling tepat adalah pada jam 8 pagi - 12 siang karena pada jam itu, sinar mataharinya "pas" untuk mengambil gambar atau foto. Di atas jam itu, biasanya sinar matahari sudah berlebih. Tapi ini bukan standar mutlak loh. Kan kamera digital masih bisa disetting-setting agar bisa sesuai keinginan kita. Untuk amannya, lebih baik setting kamera ke mode "Auto".

Lah, kalau bisa foto-foto cuma malam gimana?
Ooooh, jangan khawatir! Kan ada teknologi yang namanya Flash :D
Flash tidak saja berfungsi untuk pencahayaan, tapi juga berfungsi untuk mengurangi terjadinya blur pada foto.
Tapi penggunaan flash kadang juga menyusahkan karena kalau nggak pakai flash, fotonya ngeblur, kalau pakai, kadang fotonya jadi kelewat terang apalagi kalau fotonya dari jarak yang dekat (untuk pengambilan foto dari jarak dekat, lebih baik gunakan fitur "Macro" yang biasanya disimbolkan dengan gambar bunga pada kamera).
Untuk pengambilan gambar atau foto dari jarak yang sangat dekat, kita bisa menggunakan flash, namun flash tersebut kita tutupi dengan menggunakan tisu sehingga cahaya flash yang dihasilkan tidak terlalu over, tapi juga tidak terlalu gelap. Kita sebut saja teknik ini dengan "teknik tutup tisu" :D


Yang atas adalah hasil foto tanpa menggunakan "teknik tutup tisu", yang bawah adalah hasil foto yang menggunakan "teknik tutup tisu". Dapat dilihat bahwa foto yang menggunakan "teknik tutup tisu" hasilnya lebih terlihat real. Teknik ini sangat berguna untuk mengambil gambar atau foto dari dekat.


(lalalalala, fotoku tanpa memakai makeup apapun :D)
Dapat dilihat kan kalau untuk foto dari jarak jauh, tidak terlihat perbedaan antara foto mana yang tidak menggunakan "teknik tutup tisu" dengan foto yang menggunakan "teknik tutup tisu".

Kalau foto untuk FOTD, hasilnya suka miring-miring, Mon! Capek ngulangnya..
Selain flash, di dunia ini ada teknologi namanya cermin loh! :D
Jadi, satu tangan pegang kamera, yang satu lagi pegang cermin. Rempong yak! Maka, ada baiknya kalau ingin foto-foto untuk FOTD, ada baiknya sambil duduk saja. Kalau aku suka duduk di tangga teras, terus siku tangan kiri yang pegang cermin aku letakkan di lutut, jadi nggak akan terasa capek.

Cara mudah ambil foto untuk FOTD
Dengan memakai kaca atau cermin kecil (sebenarnya kaca dan cermin itu berbeda, tapi aku malas ngedit gambar, jadi mohon dimaafkan :D), kita dapat melihat posisi wajah kita melalui pantulan dari layar kamera. Jadi, kemungkinan hasil fotonya miring atau nggak pas itu bisa diminimalkan dan tidak perlu diulang berkali-kali.

Lah, nek nggak punya kamera digital gimana?
Kan bisa pakai kamera handphone :D

Tapi kamera handphoneku jelek, Mon..
Memang kamera handphone tidak bisa menghasilkan gambar atau foto setaraf dengan kualitas kamera digital, tapi masih ada cara kok bagaimana dengan foto yang tidak terlalu bagus, tetap menghasilkan blog yang informatif. Caranya adalah dengan membandingkan foto yang kita ambil dengan foto yang kita dapat di Google. Dengan begitu, paling tidak pembaca masih bisa membayangkan bentuk asli dari produk tersebut.

Foto pojok kanan atas diambil dari web Caring Colours

Memang sih cara ini hanya bisa dilakukan kalau foto yang dimaksud dapat dicari di mbah Google dan mungkin hanya bisa untuk foto kemasan.
Tapi masih ada alternatif terakhir loh! Yaitu dengan MEMINJAM KAMERA TEMAN!!! #bunyiterompet :D
Jangan malu kalau mau pinjam kamera pada teman, bilang saja secara jujur kepentingan kita. Dan kalau pinjam jangan lama-lama.
Aku suka banget sama fotografi, tapi sayangnya nggak punya kamera DSLR dan nggak mampu beli. Jadi, setiap kali ingin belajar fotografi, aku pasti pinjam kamera DSLR temanku. Setelah selesai, aku langsung store file ke laptop dan buru-buru mengembalikannya. :D
(sekarang kelihatan  banget kan kalau aku orang yang nggak modal :D)

Terlepas dari semua tips yang sudah aku berikan, karena itu blog milik teman-teman, jadi hak kalian mau diapakan blog kalian, tapi tetap harus di jalan yang lurus ya, teman! :D

Nggak ada standar kok blog mana yang berkualitas dan mana yang tidak karena pandangan dan tujuan orang membuat blog itu berbeda-beda.
Tapi, sebagai anak TI aku berpendapat, walaupun blog memang milik pribadi, tapi ketika sudah dipublish ke masyarakat luar, blog sama saja sudah jadi milik bersama. Jadi, ada baiknya blog dibuat seinformatif mungkin kalau memang tujuannya memberi informasi, tapi kalau ada tujuan lain, ya sesuaikan saja :D
Contohnya saja, aku tujuannya memberikan informasi dan juga menghibur, jadi aku buat konsep blog yang seinformatif mungkin dengan foto-foto yang aku anggap cukup baik untuk dipublih kepada masyarakat luar :D

Blog itu milik pribadi, tapi tetap saja pada akhirnya akan dipublish ke masyarakat luar. Jadi, tetapkan saja standar pribadi yang kalian anggap baik sehingga Anda senang dan anggap saja yang membaca pun ikut senang :D

Nah, mungkin ini saja tips yang bisa aku berikan dan sedikit pendapat dariku. Nah, semoga tips ini berguna ya! Jadi, jangan sedih atau malah rendah diri karena nggak punya kamera bagus dan mahal. Masih banyak jalan menuju Roma kan?! :D

June 22, 2012

[Review] Cerro Qreen 10 pcs Pink Dream Brush Set #Part2

Sebelum ini, aku sudah membahas face brush dari brush set ini. Kali ini aku akan membahas tentang eye brush-nya.

Large Eyeshadow Brush


Medium Eyeshadow Brush


Untuk large dan medium eyeshadow brush ini kualitas bulunya sih menurutku sama seperti Masami Shouko. Bulunya halus dan nggak gampang rontok. Nggak bikin kelopak mata sakit juga Gagangnya nggak terlalu panjang, tapi juga nggak terlalu pendek, pas! Aku nggak suka brush yang gagangnya panjang. Mataku kan minus cukup banyak, jadi kalau ngaca harus dari dekat. Nah, kalau gagangnya panjang, pasti deh kebentur-bentur kaca (-_-")

Oblique Line Brush


Aku nggak terlalu suka mengaplikasikan eyeliner menggunakan oblique line brush karena aku nggak bisa membuat line yang slim dengan menggunakan brush ini. Dari samping juga dapat dilihat kalau brush ini kurang slim. Jadi, aku lebih suka menggunakannya untuk membuat line eyeshadow dan smudge eyeliner agar terlihat lebih natural.

Eyeliner Brush


Nah, untuk mengaplikasikan eyeliner, aku lebih suka menggunakan brush ini. Bulunya lembut dan slim, jadi gampang untuk mengaplikasikan eyeliner. Gagangnya juga tidak terlalu pendek dan tidak terlalu kecil, jadi pas untuk digenggam.

Eyebrow/Eyelash Brush


Brush ini aku gunakan setiap hari untuk merapikan alisku. Hanya dengan brush ini, alisku mau menurut. Alisku termasuk alis yang susah diatur karena terlalu lembut (nggak kaku) malah membuat alisku gampang kemana-mana jadi susah diatur, hahaha.. Mudeng nggak? :D
Brush ini sangat kaku dan sedikit bengkok, jadi nyaman banget untuk merapikan alis.

Lip Brush


Hahahahaha, brushnya belum aku cuci :p
Bulunya lembut dan nggak gampang rontok, jadi jangan khawatir kalau di bibir kita nyangkut bulu-bulu brush :D
Lip brush ini pendek banget, tapi masih nyaman digenggam tanganku yang kecil ini. Tapi, buat yang tangannya besar, jangan khawatir karena brush ini dilengkapi dengan tutup. Selain faktor kebersihan, tutup ini bisa berfungsi sebagai sambungan gagangnya.

Overall, aku suka brush set ini walaupun untuk shading dan fan brushnya cukup mengecewakan karena kadang rontok keika dipakai. Tapi, menurutku cukup layak dibeli mengingat harganya yang tidak terlalu mahal.


Harga : Rp 180.000,00
Recommended? YES

Random Post About Me

Harusnya sih pada post kali ini aku melanjutkan review tentang brush Cerro Creen yang sudah aku post sebelumnya. Tapi nggak apa-apa kali ya sekali-sekali cerita random tentang kehidupanku :D #penting
Tapi serandom-randomnya, aku tetap ngepost tentang beauty kok :D

Beberapa minggu ini aku benar-benar dipusingkan oleh tugas yang menumpuk. Menumpuk karena aku malas mengerjakan di awal, tapi juga karena dosen memberikan batas akhir pengumpulannya mepet. Nah, bagi anak SMA, jangan kalian kira kuliah itu enak. Kuliah lebih mengerikan berooooo..

Salah satu tugasku adalah membuat suatu proyek. Terserah mau buat apa. Mau aplikasi atau web terserah. Karena kelompokku (sebut saja 3 idiots :D) adalah mahasiswa yang salah jurusan dengan kemampuan terbatas (OK, yang salah jurusan hanya aku, dua yang lainnya tidak :D), kamipun memilih akan membuat proyek pembuatan web. Web apa? Web beauty onlineshop! jeng jeng! Sebenarnya kami sedikit malu membuat proyek ini karena sebagian besar mahasiswanya kan cowok, bahkan dosennya pun juga cowok. Tapi, tak apalah yaaaaa.. Sebenarnya sempat terbesit juga untuk membuat web lingerie onlineshop, tapi saya yakin proyek ini akan membuat heboh seisi kelas, termasuk dosenku, hahahaha.

Ekspektasi awal kami adalah membuat web itu mudah. Tapi, seperti yang kita tahu, ekspektasi berbeda jauh dengan kenyataan berooooooooo.. Ya, kehidupan memang pahit. #berlebihan.
Di minggu yang seharusnya menjadi minggu tenang, sekarang berubah menjadi minggu panik, hahahaha.
Kami sempat gonta-ganti software pembuat web untuk mencari software mana yang paling mudah. Akhirnya, kami memutuskan untuk memakai Drupal (emang drupal termasuk software, Mon? :D) Dengan menggunakan Drupal, cukup melakukan manajemen konten saja, nggak perlu coding-codingan. Yak, pada kenyataannya, tidak semua anak Teknologi Informasi itu pintar coding :D

Drupal yang kami anggap mudah pun, ternyata pada kenyataannya, tidak begitu, Bung! Tapi, ya sudah terlanjur bikin 50%, lanjutkan sajalaaaaaaaaaaah..
Setelah jadi 50%, penderitaan belum berakhir berooooo.. Tiba-tiba database MySQL-ku error dan tidak mau terhubung dengan web!!
Yah, karena aku malas menganilisis error yang terjadi, aku memutuskan untuk membuat ulang mulai dari 0! Yak, mulai dari 0! Keren nggak tuuuuuuu?!
Tapi, Puji Tuhan, setelah diulang dari awal, hasilnya malah lebih bagus. Ada bagian menyenangkan dari kenyataan pahit yang terjadi :D

Sekarang, web sudah jadi 98%, tinggal menambah fitur-fitur penunjang. Ini dia web beauty onlineshop yang aku buat :

Home
Catalog product
Sub categorie product

Bagaimana? Walaupun kami stres, hasilnya biasa saja bukan? Ya, kan aku sudah kubilang, kami hanya mahasiswa dengan kemampuan terbatas :D
Walaupun web sudah selesai 98%, tapi masih ada proposal dokumentasi yang belum dikerjakan :D
Selain itu, masih ada 2 tugas lagi yang belum tersentuh dengan batas pengumpulan minggu depan.

Sekali lagi aku peringatkan pada adik-adik yang masih SMA, kenyataan di perkuliahan lebih pahit dari ekspektasi beroooooo.. :D

Sekian dulu post random dariku.

June 18, 2012

[Review] Cerro Qreen 10 pcs Pink Dream Brush Set #Part1

Makeup brush merupakan tools yang sangat penting dalam bermakeup karena makeup dan brush merupakan dua sejoli #apaanseh??
Kali ini, aku mau melunasi hutang review makeup brush set yang pernah aku pamerin di sini. Ceritanya sih, ini brush set pertamaku (akhirnyaaaaaa.. :D). Ini dia penampakannya :


Pouchnya berwarna pink, sepertinya terbuat dari kulit sintetis (sepertinya looooh..) dan cukup tebal. Overall sih aku suka, tapi sayang pink-nya terlalu ngejreng, hahaha


Karena brush set ini berisi 10 brush, aku akan membagi review menjadi dua bagian (malas ngetiknya juga :D). Untuk review bagian pertama, aku akan mereview face brush.

Blush/Powder Brush


Brush ini cukup besar dan bulunya halus banget. Aku lebih suka memakai brush ini untuk mengaplikasikan loose powder. Bagiku kalau dipakai untuk mengaplikasikan blush on, brush ini terlalu besar, hahahaha.
Intinya, aku sangat suka dengan brush ini.

Foundation Brush


Ini juga bulunya halus banget. Tapi sayang kurang besar, jadi cukup memakan waktu utnuk mengaplikasikan foundation, hahahaha. Brush ini harus sering dicuci karena kalau malas mencuci, bulu-bulunya akan saling melekat dan jadi nggak rapat, alhasil bisa membuat foundation tidak rata. (ngerti kan maksud saya?)

Shading/Blush Brush


Nah, kalau untuk blush on, aku lebih suka memakai brush ini. Walaupun tidak terlalu besar, tapi bisa meratakan blush on dengan cukup baik. Dapat dilihat pada foto kalau bulu dari brush ini tidak terlalu lembut, tapi juga tidak kasar. Walaupun terlihat seperti gampang rontok, ternyata nggak loh! Kalau dicuci, brush ini nggak rontok, tapi kalau dipakai kadang ada yang rontok. Entah itu sisa rontok dari pabrik atau memang brush ini gampang rontok.

Fan Brush


Brush ini kualitas bulunya sama seperti shading/blush brush. Brush ini brush yang paling jarang aku pakai karena aku memang nggak terlalu suka memakai fan brush. Lagipula bulunya tipis banget, jadi nggak yakin kalau bisa menghilangkan powder yang berlebih pada wajah.

Untuk lip dan eye brush, aku review di post berikutnya ya! ^^

June 17, 2012

[Review] Qiansoto Mask - Trawberry

Apa sih Qiansoto itu? Setahuku sih Qiansoto adalah produk buatan Thailand.
Kenapa aku tertarik? Pertamanya sih nggak tertarik, bahkan nggak tahu kalau ada merk tersebut. Tapi setelah lihat review dari Bella, langsung tertarik deh! Di dalam review blognya Bella terlihat bahwa masker ini dapat mengangkat semua black and white heads. Nah, tertariklah aku karena di wajahku banyak white headnya :D
Masker ini ada dua macam, yaitu Honey dan Trawberry (yup, Trawberry! Bukan Strawberry)

Tapi, aku baru mencoba yang Trawberry, yang Honey belum sempat aku coba. 


Mari kita buktikan ketangguhan produk ini pada kulit wajahku ^^


Aku memakai masker ini setelah membersihkan muka menggunakan milk cleanser dan facial foam agar wajah benar-benar bersih, kadang malah aku melakukan peeling terlebih dahulu. Masker ini wanginya enak, wangi strawberry dan nggak terlalu menyengat. Wanginya lembut.


Masker ini berwarna hitam dan texturenya pekat serta lengket. Dan aku terlihat maskeran menggunakan oli, hahahaha. Yang aku nggak terlalu suka dari masker ini adalah walaupun texturenya pekat, ketika diaplikasikan ke wajah, kadang timbul gelembung-gelembung kecil, jadi terkesan tidak rapat.
Aku memakainya selama 30-45 menit, pokoknya sampai kering dan kulit terasa kencang. Nah, saat yang sedikit menyiksa adalah saat melepas masker karena bulu-bulu halus pada wajah juga akan ikut tercabut >.<


Pada foto kedua terlihat bahwa ada lubang-lubang kecil, nah, itu yang aku maksud dengan gelembung-gelembung kecil.
Setelah melepas masker ini, aku baru tahu kalau white headsku itu kecil-kecil tapi banyak, hahaha
Menurutku, kalau untuk white heads, masker ini benar-benar nampol, tapi kalau untuk black heads, nggak tuh! Karena saat aku coba untuk Mas Pacar yang hidungnya penuh komodo, eh komedo, yang tercabut hanya white headsnya, sedangkan black headsnya masih stay di hidungnya.

Setelah memakai masker ini, aku selalu membasuh wajah menggunakan air dingin atau mengkompres menggunakan es batu agar pori-pori wajah kembali menutup. Setelah itu baru aku gunakan toner.
Jujur saja, setelah memaki masker ini, aku jadi jarang jerawatan.

Kesimpulan
Kekurangan
- Harus beli via online
- Ada gelembung-gelembung kecil saat diaplikasikan pada wajah
- Tidak terlalu mempan pada black heads
Kelebihan
- Murah, satu sachet harga sekitar Rp 12.500,00 untuk 4-5 kali pemakaian
- Ampuh untuk mengangkat white heads


Harga : Rp 12.500,00 / sachet
Repurchase? YES!

June 8, 2012

[FOTD] Makeup-nista Challenge : Batik

Haluuuu.. semua! :D
Setelah kelimpungan dengan tugas-tugas yang progresnya harus dikumpul minggu ini dan juga badan yang sepertinya nggak kuat menghadapi badai tugas yang melanda (ngomong apa ta, Mon?), akhirnya aku bisa juga nge-post challenge dari komunitas Makeup-nista :D
Apa sih Makeup-nista itu? Hhhhhmmm.. aku agak malas menjelaskannya, jadi lebih baik baca sendiri di artikelnya Mbak Arum ya! ^^
Intinya, komunitas Makeup-nista ini terdiri dari beauty blogger dan para pecinta makeup yang berdomisili di Jogja dan sekitarnya. Pokoknya, yang mau gabung hayuk aja ikut! No rules, just have fun about makeup :D Tapi, komunitas ini hanya untuk yang berdomisili di Jogja-Solo ya ^^

Nah, langsung saja aku tunjukkan jawaban dari challenge batik ini ^^



Simpel ya? Ya, terserah aku dong, hahaha
Aku buat sederhana karena motif batik yang aku pakai sudah cukup ramai floral-floral gitu. Nah, daripada nanti aku dikira mau karnaval sama tetanggaku (aku foto di teras rumah), jadi aku buat simpel tapi masih ada unsur batik floral dengan memberikan elemen garis melengkung pada mata. Aku pilih warna eyeshadow yang senada dengan batik yang aku pakai, yaitu ungu dan pink. Warna pink itu sebenarnya aku pakai blush on karena aku nggak punya eyeshadow pink, hahahaha Dan warna kedua eyeshadow tersebut memang sengaja nggak aku blend.

Produk yang aku pakai

Face
  1. Wardah Luminous Liquid Foundation
  2. Pixy TWC Acnebrite
  3. Mirabella Country Fresh Duo Blusher - Rose
  4. Rivera Powdery Foundation
  5. Inez concealer
Eyes
  1. Mustika Ratu Eyeshadow - Semanggi Wungu
  2. Mirabella Country Fresh Duo Blusher - Rose
  3. Caring Colours Eyeshadow (kemasan lama) - New Romantics
  4. ELF Cream Eyeliner - Black
  5. Inez Eyebrow Pencil
Lips
  1. Belia Lip Balm
  2. Inez Lipstick - Caramel


Aku lupa foto Pixy TWC-nya (-_-")

Oya, itu brush set-nya aku beli online di http://www.flamemakeup.com. Sellernya baik banget, aku nanya banyak banget, bahkan semua produk yang aku inginkan aku tanyain (hahahaha), tapi tetap dijawab :D
Pengirimannya juga cepat, 2 hari sampai ke Jogja padahal sellernya ada di Medan. Kalau sellernya baca, saranku sih, mungkin mengemas barangnya yang dikirim diberi bubble wrap agar boxnya nggak penyok-penyok.

OK, sekian postinganku tentang Makeup-nista challenge ini. Kalau ada yang mau memberi saran, mengkritik, mencaci maki, menghina, monggoooooo.. ^^

June 1, 2012

[Review] Caring Colours BB Cream Everlast

Hai, all ^^ Wah, nggak terasa sudah bulan Juni dan tugas kuliahku semakin mendekati batas akhir pengumpulan dan sama sekali belum ada yang selesai 50%, hahahaha
Walaupun tugas menumpuk dan stres melanda, tapi tetap sempat ngeblog lah yaaaa.. Hitung-hitung buat refreshing :D #alesan

Sebagian besar dari kalian pasti sudah sering mendengar brand Caring Colours kan ya? Caring Colours adalah salah satu brand yang dibawah naungan perusahaan Martha Tilaar. Sepertinya sih Caring Colours ini ditujukan untuk wanita muda yang sudah bekerja, tapi nggak apa-apa lah ya aku pakai, hitung-hitung aku berangan-angan sudah menjadi wanita career #halah
Produk CC yang pertama kali aku coba adalah BB Cream Everlast. Kenapa? Karena mau beli BB Cream produk Korea tapi apa daya dompet berontak, jadi cari saja yang produk lokal dan kebetulan CC mengeluarkan serangkaian produk BB Cream :D
BB Cream ini sebenarnya ada 3 jenis, yaitu Everlast, Fair White, dan Luminizing. Karena banyak yang bilang si Everlast bagus untuk kulit berminyak, maka aku coba beli. Mari kita lihat reviewnya.

Kemasan
BB Cream dari CC ini dilengkapi dengan box yang transparan di bagian tengahnya sehingga bisa mengintip apa sih yang ada di dalamnya (moga-moga nggak bintitan). Warnanya ungu pastel, tutupnya berwarna perak mengkilap. Bagiku sih kemasannya terkesan elegan, hanya saja bentuknya sedikit "bantet" (aduh, bahasaku -_-a) atau pendek dan lebar, tapi bukan masalah sih, mungkin hanya sedikit memakan tempat saja.


Sebagai tanda bahwa produk ini belum pernah dipakai orang, mulut tube-nya disegel dengan aluminium foil, jadi lebih higienis. Overall, aku suka kemasannya.


Texture dan Shade
Menurutku, texturenya sedikit susah diblend apabila apply menggunakan jari tangan (iyalah, masa kaki, haha), apalagi kalau lagi keringetan. Jadi, aku selalu apply menggunakan spons segitiga.

Shadenya berwarna coklat dan ada sedikit hint kuning (benar nggak ya istilah yang aku pakai? :O). Shadenya sih menurutku cukup pas di aku, hanya saja kalau berada di dalam ruangan, terlihat sedikit white cast, tapi kalau di outdoor benar-benar terlihat natural. Untuk shade, aku lebih suka shade Natural dari Maybelline BB Cream yang pernah aku review di sini. Hasil akhirnya nggak terlalu matte tapi juga nggak terlalu terlihat mengkilap. Tapi tetap saja aku tetap memakai loose powder agar oil controlnya lebih nampol.


How I Apply
  1. Pakai pelembab
  2. Totol-totol BB Cream ke wajah agar lebih mudah diblend
  3. Diblend menggunakan spons dan tap-tap agar lebih nempel di kulit
  4. Timpa dengan loose powder
Coverage
Untuk coverage, yang namanya BB Cream kebanyakan low coverage, termasuk si Everlast ini.

  1. Tanpa BB Cream
  2. With BB Cream
  3. With BB Cream and loose powder
See? Nggak bisa menutupi bekas jerawatku kan. Tapi, aku sih maklum, namanya juga BB Cream. Kalau mau bekas jerawat nggak terlihat, ya dihilangkan :D (bekas jerawatnya loh yang dihilangkan, bukan mukanya :p)


Oil Control
Ada yang bilang kalau oil controlnya bagus banget, tapi bagiku sih biasa saja. Setelah 3 jam, muka berminyak lagi. Masih mending lah dibanding BB Cream Maybelline.


Staying Power
Staying powernya juga tidak terlalu bagus. Setelah beberapa jam, BB Cream di bagian hidung sudah hilang karena minyak. Yang nggak aku suka, ketika kulitku mulai berminyak, di bagian lipatan hidung ada BB Cream yang terlihat menggumpal walau samar-samar.


Ingridients

Kenapa penulisan Oxybenzon ditekankan? Karena banyak kontroversi tentang zat ini. Untuk lebih lengkapnya, coba baca artikelnya di sini.

Kesimpulan
Kelebihan
- Nice package
- Oil controlnya lumayan bagus
- Tidak terlalu mahal
- Tidak terlalu matte dan aku suka
Kekurangan
- Sedikit susah diblend
- Menggumpal/meleleh di lipatan hidung yang berminyak
- Bad staying power
- Agak white cast

Harga: Rp 59.000,00/35g
Repurchase? Maybe
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...